Senin, 08 Oktober 2012

softkill - teori organisasi umum

1. Jelaskan tentang organisasi data dan macam organisasi!
2. Jelaskan bagan struktur organisasi!
3. Faktor yang mempengaruhi organisasi!
4. Efisien dan efektif!


1. Organisasi menurut pendapat saya adalah bentuk formal dari beberapa manusia yang mempunyai tujuan individualnya masing-masing yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, organisasi harus di lakuan bersama agar bisa berjalan dengan baik, apabila satu manusia tidak bisa bekerja sama (manusia individual) maka ini akan menyulitkan untuk mencapai tujuan bersamanya.
dan macam-macam organisasi:
Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga Organisasi tersebut:
Organisasi Niaga
Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan
Macam-macam Organisasi Niaga :
Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan Komanditer (CV)

Firma (FA)

Koperasi
Join Ventura
Trus
Kontel

Holding Company
Organisasi Sosial
Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat
Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
Jalur Keagamaan
Jalur Profesi
Jalur Kepemudaan
Jalur Kemahasiswaan

Jalur Kepartaian & Kekaryaan
Organisasi Regional & International
Organisasi Regional

Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.
 Organisasi Internasional

Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.

UNICEF  (United Nations International Childrens Emergency Fund) 1946, namun namanya diganti setelah thn 1953 menjadi: United Nations Children’s Fund.
UN  (United Nation) : PBB, 1945.
UNCHR (United Nations Commission on Human Rights), 2006.
UNHCR (Uited Nations High Commissioner for Refugees), 14 Desember 1950.
UNDPR (The United Nations Division for Palestinian Rights), 2 Desember 1977.
UNSCOP (The United Nations Special Committee on Palestine), May 1947, oleh 11 negara.
UNESCO (the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), 16 November 1945.
WHO (World Health Organization), 7 April 1948.
IMF  (International Monetary Fund), Juli 1944, 180 negara.
NATO (North Atlantic Treaty Organisation), 4 April 1949.
NGO (Non-Governmental Organizations)
(Dalam bahasa Indonesia Lembaga Swadaya Masyarakat – LSM, yg didirikan oleh perorangan atau per-group dan tdk terikat oleh pemerintah.
GREENPEACE (40 negara, dari Europe, State of America, Asia, Africa dan Pacific, semenjak 1971).
AMNESTY International (1961, memiliki sekitar 2,2 juta anggota, dari 150 negara, organisasi yg membantu menghentikan penyelewengan/pelecehan hak azasi manusia)
WWF (the World Wildlife Fund) 1985, Memiliki hampir 5 juta pendukung, distribusi dari lima benua, memiliki perkantoran/perwakilan di 90 negara.
G8 (Group of Eight), kelompok negara termaju di dunia. Sebelumnya G6 pd thn 1975, kemudian dimasuki oleh Kanada 1976 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada dan Rusia (tidak ikut dalam seluruh acara), serta Uni Eropa.
EU (The European Union) 27 negara anggota, 1 november 1993.
DANIDA (Danish International Development Assistance), Organisasi yg memberikan bantuan kepada negara2 miskin, pengungsi, bencana alam.
ICRC (International Committee of the Red Cross, 1863) = Palang Merah, gerakan bantuan kemanusiaan saat bencana alam atau peperangan.
OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries (1960, anggota 13 negara, termasuk Indonesia)
ASEAN (Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota)
2. Ada tiga tipe Struktur / Skema / Bagan Organisasi :::
  1. Functional Organization Structure, yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan fungsinya masing-masing. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
a)    Fokus pada pembagian tugas berdasarkan fungsi bagiannya masing-masing.
b)   Komunikasinya menggunakan bottom-top communication sehingga control atasan terhadap bawahan lebih mudah, sederhana, dan tidak berulang-ulang.
c)    Masing-masing bagian cenderung hanya fokus pada bidang kerja masing-masing dan komunikasi antar bagian cenderung kurang terbuka.
d)   Pergerakan dan komunikasi tiap-tiap bagian masih tersekat-sekat.
e)   Biasanya ditemukan pada organisasi-organisasi yang memproduksi barang.
  2. Project/Divisional Organization Structure, yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
a)    Fokus pada pembagian berdasarkan proyek yang sedang dikerjakan.
b)   Masing-masing kegiatan proyek mempunyai struktur sendiri, mulai dari pemimpin proyek sampai divisi-divisinya.
c)    Komunikasi di dalam proyek lebih terkendali dan fungsi pengawasan pemimpin proyek  terhadap proyeknya juga mudah.
d)   Dibutuhkan lebih banyak SDA untuk masing-masing proyek.
e)   Ada kemudahan dalam memasukkan konsultan luar (outsourcing) dalam pengerjaan proyek.
f)    Setiap karyawan dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab dan inisiatif yang tinggi.
g)   Kurang cocok untuk organisasi yang membutuhkan banyak proses administrasi dan birokrasi.
3.    Matrix Organization Structure, yakni struktur organisasi gabungan dari Functional dan Projectized Structure Organization. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :

a)    Terdapat pembagian berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan.
b)   Namun tetap menggunakan SDA dari tiap divisi yang kesemuanya secara bersama-sama menangani semua proyek.
c)    Pemanfaatan SDA-nya efisien karena anggota mempunyai pekerjaan yang tetap walau proyek telah selesai.
d)   Komunikasi dan sharing antar divisi lebih baik dibandingkan dengan tipe fungsional.
e)   Ada keterlibatan stakeholder yang kuat.
f)    Pembagian SDA harus jelas untuk setiap proyeknya, jangan sampai terjadi “rebutan SDA”.
g)   Setiap anggota berkecimpung di setiap proyek yang ada, sehingga komunikasi mereka terhadap setiap atasannya yang notabene lebih dari satu bisa jadi membingungkan.
  Ada tiga sub dari tipe ini, diantaranya :
  1. Weak Matrix => peran Manajer Proyek kuat, peran Manajer Fungsional lemah. Manajer Fungsional hanya sebagai penyedia SDA yang ada.
  2. Balanced Matrix => peran Manajer Proyek dan Manajer Fungsional setara.
  3. Strong Matrix => peran Manajer Proyek lemah, peran Manajer Fungsional kuat. Manjer Proyek hanya sebagai koordinator proyek.

  SKEMA ORGANISASI
Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.
  Macam-macam Skema Organisasi
  Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:
§  Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
§  ·Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
§  Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
§  Skema Organisasi Lingkaran
§  ·Skema Organisasi Gambar
  Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya:
1)    Skema Organisasi Fungsional:
  Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-funsi yang lain.
2)   Skema Organisasi Jabatan
  Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
3)    Skema Organisasi Nama
  Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
4)   Skema Organisasi Nama dan Jabatan
  Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
5)   Skema Organisasi Struktur
  Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut.
Contoh bagan organisasi :

 

3. ada beberapa faktor yang mempengaruhi organisasi di antaranya :
Budaya : karena budaya di dunia ini beragam, kita harus dapat menyesuaikan diri dengan budaya orang lain yang berbeda dengan kita, budaya dapat di artikan sebagai nilai-nilai dan tata cara kita dalam bertindak di organisasi, apakah kita dapat menyesuaikan diri dengan budaya lain apa tidak.
Leadership : kepemimpinan, proses memproses dalam menentukan tujuan, memotivakasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok beserta budayanya, kepimpinan mempunyai arti erat dengan memotivakasi, jadi seorang pemimpin akan di kata berhasil dalam memimpin apabila pempimpin itu bisa berhasil dalam menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan yang telah di sepakati, berhasil atau tidak berhasilnya seorang pemimpin tergantung kepada kewibawaan nya.

Iklim organisasi : iklim organisasi merupakan karakteristik yang membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya dan mempengaruhi orang-orang dalam organisasi tersebut.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kelompok (teamwork) dalam bekerja dapat dikategorikan sebagai berikut :
Tujuan
Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun hal tersebut belum cukup jika visi, misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota.
Tantangan        
Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atauflight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara nalurimanusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.
Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan.Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.
Keakraban
Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota team.
Tanggungjawab
Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memilikimotivasi kerja yang tinggi.
Kesempatan Untuk Maju
Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri,mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota merasabahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukanhal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri.
Kepemimpinan
Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitment dari anggota team. Leader berperan dalam menciptakan kondisi kondusif bagi team untuk bekerja dengan tenang dan harmonis. Seorang leader yang baik juga dapat memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang disebutkan diatas.

4.  efisien :
Ada beberapa pengertian efisien di antaranya :
arti kata efisien menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya), mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat, berdaya guna, bertepat guna. Sedangkan definisi dari efisien yaitu Sedangkan efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Misalnya suatu pekerjaan dapat dikerjakan dengan cara A dan cara B. Untuk cara A dapat dikerjakan selama 1 jam sedangkan cara B dikerjakan dengan waktu 3 jam. dengan begitu dengan cara A (cara yang benar) baru bisa dikatakan cara yang efisien bila dibandingkan dengan cara B.
    efektif :
Kata efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); manjur atau mujarab (tt obat); dapat membawa hasil; berhasil guna (tt usaha, tindakan); mulai berlaku (tt undang-undang, peraturan). Sedangkan definisi dari kata efektif yaitu suatu pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Misalnya jika suatu pekerjaan dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif.

Senin, 30 April 2012

MANUSIA DAN KEADILAN


   keadilan? apa yang kalian ketahui tentang keadilan? keadilan yaitu keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
                                                 macam-macam keadilan :
1. Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally). 

2. Keadilan legal atau keadilan moral
Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.

3. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat. 

4. Kecurangan
 Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. 

5. Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk. 

6. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

7. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat

   bagaimana kalau tidak ada keadilan? tidak adanya keadilan maka hidup seseorang akan berantakan, tidak displin dan kacau balau, misalnya saja penjahat yang seharusnya di tangkap, dengan tidak adanya keadilan maka penjahat itu akan terus berkeliaran, mengapa di dunia ini harus ada keadilan? karena dengan adanya keadilan hidup seseorang akan jauh lebih baik, tearah. dengan adanya keadilan semua akan baik, yang baik akan tetap hidup dan yang jahat akan di hukum sesuai dengan perbuatannya, manusia berhak mendapatkan keadilan, manusia dan keadilan sangatlah berkaitan erat karena manusia tanpa keadilan hidupnya tidak akan displin.

MANUSIA DAN KEINDAHAN

    Keindahan berasal dari kata indah yang artinya enak di pandang, enak di rasa, cantik dan bagus. keindahan identik dengan kebenaran keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu ABADI, mempunyai dara tarik yang terus bertambah. keindahan tidak dapat di pisahkan oleh kehidupan manusia, karena tanpa keindahan kehidupan manusia akan sengsara, keindahan bisa mengubah yang sedih menjadi ceria, yang sakit menjadi sehat.
    keindahan bersifat universal yang artinya tidak tergantung atau terikat pada selera perseorangan, waktu dan tempat. keindahan akan tampak jelas apabila terbentuk wujud atau pun suatu karya, dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi.
    keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
    - keindahan seni
    - keindahan moral
    - keindahan alam
    - keindahan intelektual

   keindahan dalam arti estetis yaitu melalui pengalaman seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang di serapnya, sedangkan keindahan dalam arti sempit yaitu hanya benda-benda yang di serapnya dengan penglihatan.

  apa hubungan manusia dengan keindahan? pada dasarnya keindahan itu adalah ilmiah, yang di ciptakan Allah Swt, manusia tanpa keindahan hidupnya akan hambar, flat dan sebagainya. dengan adanya keindahan kita tahu objek atau sesuatu yang indah dan tidak, manusia yang hidup dengan keindahan akan bahagia.

MANUSIA DAN PENDERITAAN

    Manusia dan Penderitaan, dalam kehidupan setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan, entah sebentar atau pun lama, pengertian manusia, manusia adalah makhluk yang di ciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat, makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat hidup sendiri, makhluk yang paling sempurna di bandingkan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran serta nafsu (menurut pendapat saya) dan menurut beberapa pendapat adalah sebagai berikut ini :

        1. Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
        2. Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan
        3. Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
        4. Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
        5. Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.
 
    penderitaan? menurut pendapat saya penderitaan adalah manusia yang tidak merasakan kebahagiaan, ksenangan, kedamaian, orang yang hidupnya tertekan karena ada masalah yang cukup besar, banyak sekali contoh penderitaan di antaranya yaitu orang yang kehilangan sejumlah harta karena mempunyai banyak hutang kepada bank, orang yang sering di hina, orang yang tidak bisa membiayai kehidupannya sendiri, dan masih banyak lagi, manusia dan penderitaan, seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, dalam hidup manusia pasti pernah mengalami penderitaan, cara menghadapi penderitaan tergantung daripada orang itu menanggapinya, mungkin orang yang dapat mengatasi penderitaannya, dialah orang yang paling sabar, tabah dan ingin berusaha keras keluar dari penderitaannya, dia tidak akan menyerah walaupun dia sedang menderita, tapi kebanyakan manusia sekarang terlalu pesimis dan menyerah, padahal ini adalah tantangan menuju kesuksesan karena tanpa merasakan penderitaan kita tidak bisa mengerti arti kesuksesan, manusia yang tidak dapat mengatasi penderitaannya akan mengalami stress dan yang paling parah bisa menyebabkan gangguan jiwa karena tidak bisa menahan ataupun menghadapi masalahnya, ringan atau berat masalah tergantung kepada manusia itu sendiri, dan kesimpulannya manusia harus lebih banyak-banyak bersyukur atas kehidupannya agar Allah SWT menambahkan rejeki dan kebahagiaan kepada kita, seberat apapun cobaan yang di hadapi kita harus berusaha melewatinya.


Jumat, 30 Maret 2012

Manusia dan Kasih Sayang

          Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang di ciptakan oleh Allah SWT dan mempunyai derajat yang paling tinggi, memiliki akal, pikiran serta hawa nafsu . Allah menciptakan 2 jenis manusia yaitu Laki-Laki dan Perempuan, dimana nantinya keduanya akan saling hidup berpasang-pasangan . pasti kalian pernah mendengar awal terbentuknya Perempuan, Perempuan terbentuk dari tulang rusuk Laki-Laki.


Beberapa Definisi Manusia :
1. Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
2. Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan
3. Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
4. Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
5. Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.

Konsep manusia
Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu :
  • Pertama yaitu Teori Evolusi.
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana Perancis J.B de Lamarck yang menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari
tumbuh – tumbuhan menuju binatang dan dari binatang menuju manusia. Teori ini
merupakan perubahan atau perkembangan secara berlahan – lahan dari tidak
sempurna menjadi perubahan yang sempurna.
  • Kedua yaitu Teori Revolusi
Teori revolusi ini merupakan perubahan yang amat cepat bahkan mungkin dari tidak ada menjadi ada. Teori ini sebenarnya merupakan kata lain untuk menanamkan
pandangan pencipta dengan kuasa Tuhan atas makhluk-Nya. Pandangan ini gabungan pemikiran dari umat manusia yang berbeda keyakinan yaitu umat Kristen dan umat Islam tentang proses kejadian manusia yang dihubungkan dengan keMaha Kuasaan Tuhan.
        Kasih Sayang? pengertian kasih sayang itu sangat luas, semua orang pasti membutuhkan kasih sayang karena kasih sayang bisa membuat hidup seseorang itu sangat bermakna, tanpa kasih sayang sendiri hidup akan terasa hampa, kosong, kasih sayang itu sangatlah hebat karena dia bisa membuat hal yang paling kita benci menjadi hal paling kita suka, dimana akan terciptanya kerharmonisan dan kemesraan, setelah itu akan terbentuk daya cipta yang terwujud dalam kasih sayang, baik kasih sayang kepada lawan jenis, orangtua, lingkungan dan Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT.

Kasih Sayang Orangtua, tidak ada orangtua yang ingin anaknya itu kenapa-kenapa, mereka akan selalu berusaha menjaga anaknya mungkin ini yang suka salah di artikan oleh anak muda jaman sekarang dimana pola pikir mereka yang selalu berfikir orangtua itu banyak mengatur hidup mereka, cerewet dan segala macamnya, tapi ketahuilah orangtua melakukan itu semata-mata hanya ingin anaknya tidak menjadi anak yang nakal dan salah dalam bergaulan, mereka melakukan itu karena mereka mempunyai kasih sayang yang tulus terhadap buah hati tercintanya, dan beruntunglah anak-anak yang masih mendapat kasih sayang dari orangtua nya, karena pada jaman sekarang banyak orangtua yang sibuk dengan pekerjaan nya dan menelantari anaknya.

Kasih Sayang terhadap lawan jenis, laki-laki dan perempuan di ciptakan berpasang-pasangan seperti yang di katakan oleh allah swt, jadi tidak perlu khawatir tidak mendapat jodoh hehe kasih sayang itu bisa membuat kita menjadi bersemangat bisa juga salah tingkah, karena apabila kita berada di dekat orang yang paling kita sayang rasanya itu bahagianya luar biasa, degdegkan nya juga luar biasa, dan segala macam, kasih sayang mengajarkan kita apa itu arti perbedaan yang pada akhirnya menjadi satu, pengertian satu sama lain, perhatian, dan kasih sayang tidak mengenal harta, fisik ataupun non fisik, apabila seseorang telah jatuh cinta pasti mereka mempunyai rasa ingin memiliki dan mereka akan membuat orang yang mereka cintai itu mencintai mereka, alangkah indahnya apabila kita mencintai seseorang yang mencintai kita juga, kasih sayang timbul dari dalam hati, dan kita tidak akan mengetahui mengapa kita bisa menyayangi dia, contoh apabila kita menyayangi dia dari fisik itu artinya rasa kagum bukan rasa sayang karena kita menyayangi seseorang itu tidak mempunyai alasan, tapi mengapa kasih sayang itu bisa menyakiti hati seseorang? banyak sekali jaman sekarang anak-anak muda yang galau ( bahasa gaulnya anak sekarang ) gara-gara cinta? itu simple, karena kadang mereka tidak bisa membedakan mana cinta yang benar-benar tulus dan mana cinta yang hanya numpang lewat, jangan pernah mempermainkan cinta apabila kalian tidak ingin di permainkan cinta, jaman sekarang memang susah mencari pasangan yang benar-benar tulus sayang sama kita, berbanggalah kalian yang sudah menemukan pasangan yang bisa menyayangi kalian apa adanya, di dalam hubungan pasti ada pertengkaran dari pertengkaran itu mengajarkan kalian untuk lebih dewasa dalam mengambil sikap, jangan pernah katakan cinta apabila anda tidak cinta dan begitupun sebaliknya, penyesalan itu datangnya terakhir, jangan sampai anda menyesal nantinya dengan pilihan anda.

pada intinya manusia dan kasih sayang itu saling berhubungan erat, dimana kasih sayang bisa mengubah pola hidup seseorang yang tadinya datar atau malah tidak karuan menjadi lebih bermakna, berwarna, dan berarti, kasih sayang juga mengajarkan apa arti kebersamaan, kedewasaan, kesabaran dan perbedaan .

Rabu, 28 Maret 2012

Ilmu Budaya Dasar dan Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk .
Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam :  misalnya di Indonesia terdapat 6 agama yang di akui dan kita harus saling menghormatinya.

2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran : di ajarkan dari pendidikan playgroup sampai kita mati.

3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
 4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat,
budaya daerah dan budaya nasional

Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan : setiap manusia mempunyai kepercayaan masing-masing.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan :berhak mengluarkan pendapatnya.
3. Ilmu Pengetahuan : manusia mempunyai ilmu pengetahuan yang berbeda-beda.
4. Bahasa dan kesenian : manusia mempunyai bahasa dan kesenian yang berbeda-beda/
5. Mata pencaharian hidup : beraneka ragam mata pencarian hidup manusia.
6. Peralatan dan teknologi

Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.
Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya. Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.
Ada tiga hal yang berkaitan dengan pengertian sastra, yaitu ilmu sastra, teori sastra, dan karya sastra.
Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra. Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.
· Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
· Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
· Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
· Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.
Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan.
Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
 Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.
Karya sastra pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi antara sastrawan dan masyarakat pembacanya. Karya sastra selalu berisi pemikiran, gagasan, kisahan, dan amanat yang dikomunikasikan kepada pembaca. Untuk menangkap ini, pembaca harus mampu mengapresiasikannya. Pengetahuan tentang pengertian sastra belum lengkap bila belum tahu manfaatnya. Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.
  1. Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.
  2. Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
  3. Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.
  4. Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.
  5. Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.
Menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Abdul Chaer dan Leonie dalam bukunya Sosiolinguistik bahwa bahasa bagian dari kebudayaan. Jadi, hubungan antara bahasa dan kebudayaan merupakan hubungan yang subordinatif, di mana bahasa berada dibawah lingkup kebudayaan.10 Namun pendapat lain ada yang mengatakan bahwa bahasa dan kebudayaan mempunyai hubungan yang koordinatif, yakni hubungan yang sederajat, yang kedudukannya sama tinggi.
Masinambouw menyebutkan bahwa bahasa dan kebudayaan merupakan dua sistem yang melekat pada manusia. Kalau kebudayaan itu adalah sistem yang mengatur interaksi manusia di dalam masyarakat, maka kebahasaan adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai sarana berlangsungnya interaksi itu.
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
  1. Kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
  2. Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .
*IBD Yang Di Hubungkan Dengan Prosa
Istilah prosa banyak padanannya kadang-kadang disebut naratif fiction, prose fictic, atau hanya fiction saja dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal yang dipakai pada roman, novel dan cerita pendek
Prosa adalah karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat rima dan irama.
Jenis-jenis Prosa : Prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama meliputi:

1. Dongeng-dongeng
2. Hikayat
3. Sejarah
4. Epos
5. Cerita pelipur lara

Prosa baru meliputi:

1. Cerita pendek
2. Roman/ novel
3. Biografi
4. Kisah
5. Otobiografi

Nilai-nilai yang berada dalam prosa fiksi.
 Nilai-nilai yang terkandung setelah pembaca lewat sastra :
1. prosa fiksi memberi kesenangan
    pembaca dapat memperoleh pengalaman, pengetahuan, yang terkadang peristiwanya nyata atau benar-benar terjadi di kehidupan kita dan kita dapat mengembangkannya dengan daya imajinasi kita sendiri, kita juga dapat mengenal sosok tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita, kita juga dapat lebih memahami apa yang di ceritakan.
2. prosa fiksi memberi informasi
    prosa fiksi memberi informasi yang kita dapat belajar sesuatu melebihi sejarah atau laporan jurnalistik masa kini, kehidupan masa lalu, kehidupan sekarng maupun kehidupan yang akan datang.
3. prosa memberikan warisan kultural
    merupakan sarana pemindahan yang tidak henti-hentinya dari warisan budaya dasar.
4. prosa memberikan keseimbangan wawasan.
    dengan prosa seseorang dapat mengetahui kehidupan berdasar pengalaman-pengalaman yang di alami diri sendiri maupun orang lain, fiksi juga lebih mendapat banyak respon-respon emosional.

*Ilmu budaya dasar yang di kaitkan dengan puisi.
  puisi di gunakan sebagai sumber belajar dan media, puisi sebagai seni satra dan sastra itu sendiri yaitu bagian dari kesenian.
adapun alasan-alasan yang penyajian puisi dalam ilmu budaya dasar yaitu sebagai berikut :
1.hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2.puisi dan kesadaran individual.
3.puisi dan keinsyafan sosial.

Selasa, 27 Maret 2012

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

manusia
apa yang kalian ketahui tentang definisi dan pengertian manusia?
menurut pendapat saya sendiri manusia yaitu makhluk yang paling sempurna yang di ciptakan oleh allah swt dari tanah yang mempunyai derajat paling tinggi, mempunyai bentuk yang sempurna di bandingkan makhluk lainnya yang berada di muka bumi dan manusia adalah mahluk yang luar biasa, kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual, dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.

bagaimana pengertian dan definisi manusia menurut para ahli?
NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang


ABINENO J. I
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"

UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik

SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar

KEES BERTENS
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan

I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa

OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan


ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain


PAULA J. C & JANET W. K
manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan

Manusia dapat di artikan berbeda-beda dan ada beberapa segi yaitu :

secara biologis
secara biologis, manusia dapat di artikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

secara rohani
manusia di gambarkan sebagai manusia yang paling sempuran mulai dari bentuk fisik maupun derajat dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

sebagai antropologi kebudayaan
manusia dapat di artikan sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan untuk membentuk kelompok yang sama-sama saling membutuhkan, setiap manusia pasti merupakan makhluk sosial yang dapat menggunakan alat komunikasi untuk mengungkapkan apa perasaan nya dan juga untuk dapat berorganisasi dengan makhluk sosial lainnya, manusia menciptakan struktur sosial yang kompleks terdiri dari kelompok bekerja sama dan bersaing banyak, dari keluarga ke negara-negara. Interaksi sosial antara manusia telah membentuk berbagai sangat luas nilai-nilai, norma sosial, dan ritual, yang bersama-sama membentuk dasar dari masyarakat manusia. Manusia terkenal karena keinginan mereka untuk memahami dan mempengaruhi lingkungan mereka, berusaha untuk menjelaskan dan memanipulasi fenomena melalui ilmu pengetahuan, filsafat, mitologi, dan agama. Maka terkadang manusia ingin tampil labiha diantara manusia lainnya sehingga hal tersebut lah yang menimbulkan persaingan dan terkadang mengakibatkan manusia mencari keuntungan dengan mengambil jalan pintas.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manusia merupakan salah satu makhluk biologis yang memiliki sifat-sifat rohani dan berkemampuan untuk berkomunikasi, menyampaikan ekspresi, akal budi, dan juga keinginan untuk bersosialisasi dan berkumpul.

Kebudayaan
kebudayaan yaitu kompleks yang mencakup nilai pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum dan adat istiadat, dengan kata lain kebudayaan dapat di pelajari oleh manusia, kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
3. Cara pandang terhadap kebudayaan
3.1 Kebudayaan Sebagai Peradaban
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan “budaya” yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang “budaya” ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam”. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang “berkelas”, elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah “berkebudayaan”.
Orang yang menggunakan kata “kebudayaan” dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang “berkebudayaan” disebut sebagai orang yang “tidak berkebudayaan”; bukan sebagai orang “dari kebudayaan yang lain.” Orang yang “tidak berkebudayaan” dikatakan lebih “alam,” dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran “manusia alami” (human nature)
Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan “tidak alami” yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan “jalan hidup yang alami” (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.
Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap “tidak elit” dan “kebudayaan elit” adalah sama – masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.
3.2 Kebudayaan sebagai “sudut pandang umum”
Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme – seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria – mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam “sudut pandang umum”. Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara “berkebudayaan” dengan “tidak berkebudayaan” atau kebudayaan “primitif.”
Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan – kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya – mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan – perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.
3.3 Kebudayaan sebagai Mekanisme Stabilisasi
Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.
4. Penetrasi kebudayaan
Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:
4.1 Penetrasi damai (penetration pasifique)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
4.2 Penetrasi Kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.


manusia dan kebudayaan
secara sederhana hubungan manusia dengan kebudayaan yaitu manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek pelaksana dari manusia tersebut, namun dalam sosiologi manusia dengan kebudayaan di nilai sebagai dwi tunggal maksud dari dwi tunggal yaitu walaupun keduanya itu berbeda tetapi satu kesatuan, manusia membuat kebudayaan dan kebudayaan itu sendiri yang akan mengatur tata pola dan perilaku manusia contohnya apabila sedang makan di larang untuk berbicara.
dari sisi lain manusia dengan kebudayaan dapat di pandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat yang di sebut dengan dialeksis, proses dialektis di bagi menjadi 3 di antaranya :

1.eksternalisasi yaitu proses dimana manusia mengespresikan dirinya dengan dunianya.
2.obyektivasi yaitu suatu kenyataan yang terpisah oleh manusia dan berhadapan dengan manusia dengan demikian masyarakat akan mebentuk perilaku manusia.
3. internalisasi yaitu dimana masyarakat di sergap oleh kembali manusia, maksudnya yaitu bahwa manusia mempelajari masyarakatnya sendiri agar menjadi pribadi yang baik.

dan apabila manusia itu melupakan bahwa masyakarat adalah ciptaan manusia, manusia itu akan terasingkan ( berger terjemaahan M.Sastrapratedja 1991).
oleh karena itu manusia dan kebudayaan mempunyai kaitan yang sangat erat satu dengan yang lainnya, pada kondisi yang seperti ini, kita tidak bisa mengetahui mana yang duluan muncul, kebudayaan atau manusia,.